Tuesday, May 17, 2011
Wednesday, May 4, 2011
Musim Semi Hanya Sebentar
Musim semi tidak kekal, gadisku,
Musim semi tidak kekal.
Jangan kaubiar diri disemu waktu.
Jangan oleh usia muda kau ditipu:
Waktu dan remaja menjalin karangan
dari para kembang yang mudah layu.
Musim semi tidak kekal, gadisku,
Musim semi tidak kekal.
Mudah saja melayang usia kita
Dan dengan nafsu rampok di sayapnya,
Datang kembali mengusik kita,
Setan-setan jorok dan jahat.
Musim semi tidak kekal, gadisku,
Musim semi tidak kekal.
Jika sangkamu: lonceng kehidupan
Menglenengkan pagi hari bagimu,
Maka lonceng malam yang klenengan
Mengakhiri segala sukamu.
Musim semi tidak kekal, gadisku,
Musim semi tidak kekal.
Bersukalah selagi kaudapat bersuka,
Bercintalah selagi orang cinta padamu
Sebelum usia lanjut cepat
Memeraki rambutmu kencana.
(Luis De Gongora Y Argote)
Musim semi tidak kekal.
Jangan kaubiar diri disemu waktu.
Jangan oleh usia muda kau ditipu:
Waktu dan remaja menjalin karangan
dari para kembang yang mudah layu.
Musim semi tidak kekal, gadisku,
Musim semi tidak kekal.
Mudah saja melayang usia kita
Dan dengan nafsu rampok di sayapnya,
Datang kembali mengusik kita,
Setan-setan jorok dan jahat.
Musim semi tidak kekal, gadisku,
Musim semi tidak kekal.
Jika sangkamu: lonceng kehidupan
Menglenengkan pagi hari bagimu,
Maka lonceng malam yang klenengan
Mengakhiri segala sukamu.
Musim semi tidak kekal, gadisku,
Musim semi tidak kekal.
Bersukalah selagi kaudapat bersuka,
Bercintalah selagi orang cinta padamu
Sebelum usia lanjut cepat
Memeraki rambutmu kencana.
(Luis De Gongora Y Argote)
Wednesday, April 27, 2011
Angin: Mendesir Lagi
Angin: mendesir lagi
Hampir mengantuk
Ada sepi
Berbisik di dahan-dahan pohon
Lagi tahu, gerimis turun
Di luar kamar yang tembaga
Di luar rongga kata
Engkau gemetar karena musim
Cemas dalam kata
Dan tahu: ada yang tiada
Bangkit di jendela
Dan mungkin: senja
1968
(Abdul Hadi W.M)
Hampir mengantuk
Ada sepi
Berbisik di dahan-dahan pohon
Lagi tahu, gerimis turun
Di luar kamar yang tembaga
Di luar rongga kata
Engkau gemetar karena musim
Cemas dalam kata
Dan tahu: ada yang tiada
Bangkit di jendela
Dan mungkin: senja
1968
(Abdul Hadi W.M)
Subscribe to:
Posts (Atom)
